DAERAHKab. Bolmut

Masalah Stunting Di Bolmut Menurun, Rekso :”Ini Sebuah Prestasi”

e-news, Bolmut — Masalah kurang gizi yang menyebabkan gangguan pertumbuhan bagi anak kembali digenjot dan ini menjadi perhatian DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut).

Demikian disampaikan Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bolmut Reksosiswoyo Binolombangan usai mengikuti Rembuk Stunting yang berlangsung di Gedung Boroko Convention Centre, Boroko (23/3/2021).

“Perlu peningkatan kerjasama lintas sektor, agar program penanganan stunting ini dapat berjalan lebih maksimal. Diatur lebih baik lagi perencanaannya, pengawasan hingga penganggarannya” kata Rekso.

Ia juga memberikan apresiasi atas kerja keras serta capaian prestasi dalam penanganan stunting yang diperoleh daerah ini selang beberapa tahun terakhir. “Ini adalah prestasi. Setiap tahun, kita telah berhasil menurunkan angka prevalensi stunting dari 43 persen pada tahun 2016, hingga terakhir tahun 2019 kemarin turun drastis menjadi 15 persen.” Jelas politisi PDI-P ini.

Diketahui, prestasi Bolmut pada akhir tahun 2020 lalu berhasil meraih 4 gelar sebagai kabupaten terbaik pertama, pada ajang penilaian konvergensi stunting oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.

Keempat gelar tersebut diperoleh dalam kategori capaian aksi 1 hingga 4 konvergensi penanganan stunting, kategori aksi 5 hingga 8 konvergensi penaganan stunting se-Sulawesi Utara tahun 2020, kategori kabupaten terinovatif, inspiratif dan replikatif dalam penaganan stuting se-Sulawesi Utara, dan kategori kabupaten dengan pameran/stand se-Sulawesi Utara.

“Rembuk stunting pada hari ini merupakan tahapan aksi ketiga dari delapan aksi konvergensi penurunan stunting di kabupaten bolmut. Dimana aksi pertama, kita telah menetukan dan menyikapi lokus desa desa yang nanti nya kita akan fokus dalam upaya penangulangan stunting tahun 2022. Dan untuk aksi kedua, kita telah menyikapinya bersama program kegiatan dan pendanaan terhadap 20 desa lokus stunting tahun 2022.” Kata Wakil Bupati, Amin Lasena dalam sambutannya.

Selanjutnya Lasena berharap kepada seluruh peserta rembuk stunting, khususnya perangkat daerah terkait, nantinya agar lebih fokus dan mencermati setiap program kegiatan yang nantinya akan dijadikan acuan dalam mendukung intervensi penagulangan stunting di wilayah lokus.

“Laksanakan tugas dan fungsi kita masing-masing untuk menjawab tuntutan serta harapan masyarakat akan peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.” Tegas Lasena.

Sementara itu, Koordinator Regional Sulawesi Utara, Dirjen Bina Bangda, Kemendagri Sam Patoro Larobu, SH, MH menyampaikan bahwa tujuan dan hasil yang diharapkan dari pelaksanaan 8 (delapan) aksi konvergensi stunting dalam manajemen penyelenggara pelayanan dasar adalah mencegah dan menurunkan prevalensi stunting./***

Show More
Back to top button