RAGAM

Perhiasan dan Uang Senilai 100 Jutaan Raib Digondol Oknum PNS

e-news, Gunungsitoli — Perhiasan emas senilai 80 juta beserta uang tunai sejumlah 23 juta berhasil dibawa kabur maling dengan modus mengganti gembok pintu depan dan kamar disebuah rumah di Kecamatan Gido Kabupaten Nias.

Belakangan dikatahui bahwa pelaku adalah oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas disalah satu Sekolah Menegah Pertama (SMP) di daerah itu.

Berdasarkan laporan kepolisian yang disampaikan korban Delimina Telambanua ke pihak Kepolisian Sektor Gido, Kabupaten Nias pada awal Bulan Februari 2021 lalu dengan nomor laporan 08/II/2021/NS/-Gido, disebutkan masalah tentang pencurian.

Dalam laporan tersebut Delimina Telambanua menyebut salah seorang oknum PNS beralamat di Desa Dima Kecamatan Hiliduho Kabupaten Nias berinisial ET alias Elvin yang diduga kuat telah melakukan pencurian barang miliknya berupa emas dan uang tunai.

Namun demikian, hingga saat ini laporan tersebut belum ada titik terang. “Sampai saat ini tidak ada titik kepastian hukum di wilayah hukum Polres Nias untuk memproses kasus yang telah saya laporkan.” Kata Delimina.

Disebutkan bahwa dirinya merasa dirugikan oleh orang yang tidak bertanggungjawab. Untuk itu, ia meminta kepada pihak berwajib kiranya masalah yang dilaporkannya dapat diselesaikan secara hukum.

“Saya meminta dan memohon kepada pihak penyidik Polres Nias agar masalah yang telah dilaporkan bisa tertuntaskan dan segera dikembalikan hak-hak yang menjadi milik saya”, kata korban seperti pernyataannya dalam memberikan keterangan kepada pihak penyidik.

Merasa belum puas, korban Delimina Telaumbanua mendatangi kantor kuasa hukumnya pada Kamis (18/3/2021) sembari menyebutkan barang berharga lainnya yang juga turut raib, diantaranya berupa 1 unit mobil Vortuner, 2 unit sepeda motor, dokumen kepegawaian dan ijazah, uang tunai sejumlah 23 juta rupiah, emas seharga 80 juta rupiah, sertifikat tanah/rumah, ikan aquarium sejenis Arwana senilai 30 juta rupiah.

Menurutnya total kerugian secara keseluruhan bernilai sekitar 4 milyar rupiah. “Yang melakukan ini semua adalah ET salah seorang Pegawai Negeri Sipil” tegas Delimina.

Radius Purmawira Hulu, ST, SH, MH selaku kuasa hukum korban saat dikonfirmasi awak media menyampaikan terima kasih kepada pihak Kepolisian Polres Nias atas proses penuntasan kasus ini. Ia menjelaskan, pada saat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dapat dipastikan telah terjadi penggantian kunci pintu rumah.

“Dilihat kondisi rumah, diduga kuat Pihak Terlapor telah mengganti gembok pintu depan dan pintu kamar.” Kata kuasa hukum korban.

Lebih lanjut dikatakannya, Pihak Terlapor telah membuka langsung kunci pintu rumah. “Terlihat kondisi gembok (kunci) pintu kamar korban dilokasi TKP, diduga telah diganti semua kunci oleh terlapor dan telah dirapikan ulang letak barang-barang dan ijazah korban telah diletakkan kembali diatas kursi, namun uang dan perhiasan emas diduga telah dicuri oleh Terlapor” tegas Radius P. Hulu.

Diketahui, Delimina Telaumbanua menikah dengan almarhum Kanaeli Bate’e alias A. Bestin sesuai dengan putusan Pengadilan Negeri Gunungsitoli pada tahun 2012 yang lalu. Disebutkannya bahwa barang-barang yang telah raib dan diduga telah dicuri oleh ET merupakan barang milik pribadinya dan bukan merupakan harta gono-gini.

“Barang-barang yang dicuri oleh ET itu saya beli sebelum kami menikah. Demikian juga pembangunan klinik beserta barang-barang lainnya yang sudah saya laporkan di Polsek Gido pada bulan lalu, dan itu harta milik saya dari pembelian saya dengan sumber pembiayaan itu dari Kredit Multi Guna saya sebagai PNS.” Jelas Delimina.

Dikatakan lebih lanjut bahwa yang mengurus segala keperluan dan kebutuhan almarhum suaminya Kanaeli Bate’e sejak mereka menikah adalah Delimina sendiri, sementara Olina Halawa (istri ET) tinggal di gunung, dikediaman rumah warisan keluarga Kanaeli Bate’e./***

Editor: Okta Ndraha

Show More
Back to top button