Kab. Bolmut

Wabup Bolmut Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Tahun 2021

e-news, Bolmut — Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2021 dilakukan secara virtual live streaming resmi sekertaris Presiden, diikuti langsung oleh Wakil Bupati Bolmut Drs. Hi Amin Lasena M.AP, bertempat di ruang Rapat Bupati Bolmut.
Turut hadir pada kegiatan tersebut diantaranya Sekda Bolmut DR. Drs. Hi. Asripan Nani M,Si, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Bolmut Jacomina H.J Mamuaja, S.Pd, Staf Khusus Bupati Bolmut, Serta Pimpinan OPD terkait.
Melalui live streaming resmi tersebut, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) membuka secara resmi Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi Tahun 2021, di Istana Negara, Jakarta.
Mengawali sambutan, Presiden Joko Widodo menyampaikan rasa syukurnya karena ditengah ketidakpastian saat ini, perekonomian Indonesia semakin baik dengan tingkat inflasi terkendali. “Kita wajib bersyukur, meskipun kita masih menghadapi ketidakpastian perekonomian negara kita semakin membaik. Tetapi tetap kita harus menjaga kewaspadaan,” Pada kuartal II-2021 perekonomian Indonesia mampu tumbuh 7,07 persen (year-on-year/YoY) dengan tingkat inflasi nasional yang terkendali di angka 1,52 persen (YoY).
Presiden menyampaikan, angka inflasi tersebut jauh dibawah target inflasi 2021, yaitu sebesar tiga persen. “Tetapi kita juga tahu bahwa inflasi yang rendah juga bisa bukan hal yang menggembirakan, karena bisa saja ini mengindikasikan turunnya daya beli masyarakat akibat pembatasan aktivitas dan mobilitas,” Presiden mengingatkan.
Oleh karena itu, Kepala Negara juga Menekankan kepada jajaran terkait untuk tetap waspada dan hati-hati dalam mengatur keseimbangan antara upaya penganganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi di kuartal III-2021 ini. “Tetap harus waspada, tetap harus hati-hati mengatur keseimbangan antara kesehatan dan ekonomi, mengatur rem dan gas.
Penyebaran COVID-19 harus bisa kita kendalikan dan masyarakat yang rentan harus bisa kita lindungi,” tegasnya. Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam laporannya menyampaikan bahwa hingga Juli 2021 inflasi terjaga rendah dihampir seluruh daerah di Tanah Air. “Sejalan dengan terjaganya ekspektasi inflasi dan stabilitas nilai tukar, belum kuatnya permintaan, serta ketersediaan pasokan, kami perkirakan inflasi pada tahun 2021 dan 2022 akan terjaga dalam kisaran sasaran yaitu tiga persen plus minus satu persen.
Perry juga mengingatkan, risiko kenaikan inflasi pada tahun 2022 perlu diantisipasi sejalan dengan kenaikan permintaan domestik dan kenaikan harga komoditas dunia.
Dalam kesempatan itu, Gubernur BI menyampaikan apresiasi kepada semua pihak baik di pusat maupun daerah yang telah bersinergi erat dalam mewujudkan stabilitas harga sehingga mendukung upaya pemulihan ekonomi Indonesia dan menjaga kesejahteraan rakyat.
“Terjaganya stabilitas harga ini, khususnya harga pangan, perlu kita jadikan momentum untuk memperkuat peran UMKM pangan dalam rangka pemulihan ekonomi Indonesia dan kesejahteraan masyarakat,”
Turut mendampingi Presiden di Istana Negara yaitu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) Airlangga Hartarto, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Gubernur BI Perry Warjiyo, dan Ketua Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso.
Acara ini juga diikuti secara virtual antara lain oleh Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Agung Firman Sampurna, serta para kepala daerah dan jajaran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di seluruh Indonesia.(*)

Show More
Back to top button